Selamat Datang! 안녕하세요! Bonjour! Welcome to my blog. I hope you enjoy read it. And don't forget to give a mark to the box under the posts. Terima Kasih! 감사합니다! Merci! Thank You.

Minggu, 14 Februari 2016

2016, Level Up Your Life

Hello readers! it's been a long time (It's 2016 already) i didn't write any posts on my blog. So yeah, today I'm gonna write about my thoughts in 2016. First, welcome 2016 (Oh my god I'm so late to say this) and happy Chinese New Year (I'm not a Chinese but i know it's a year of golden monkey, right?). And i would like to thank to you who always read my blog and keep supporting me to write this blog.

So, the post I'm gonna write today is my thought about "What is your resolutions in 2016 as a student?". Right! as a student, study makes you survive in this life. It makes you get a smarter brain ('Cause you were born with a smart brain, of course and practice at school makes your brain perfect). You'll get a job as you want. Have a family, raise children and living your life easier. But, do you want to have your life as same as the others? Like I said before, finish your study, work for your boss, get married, raise a child, living life, etc.

Actually, school or campus give you many activities to join in such as extracuricullars, you can sign up as a volunteer in social events, join in chemistry or astronomy club, or be a member of student organization. It can improve your soft-skill for your life. Now, i want to know what is your activities at school or campus and what's the benefit that you will receive while you join those activities. Tell me on a comment box below Meldinnes!

Jumat, 25 April 2014

Pembahasan "Solusi Menyeluruh" Dalam Perencanaan



Saat ini pesawat antarplanet Mangalyaan sedang dalam penerbangan ke Mars. Jika sesuai rencana, pada 24 September 2014 pesawat ini akan sampai di sana. Ekspedisi ini membuat satu torehan penting dalam sejarah sains dan rekayasa Asia. India akan jadi negara Asia pertama yang mencapai Mars dan jadi negara ke-4 di dunia yang melakukannya. Para peneliti dari Indian Space Research Organisation ini ingin tahu apa yang salah pada planet Mars sehingga tak mampu mendukung kehidupan.

Solusi Menyeluruh
 
Peluncuran pesawat tadi tentu hebat. Namun, justru sikap gigih dalam mencari solusi secara menyeluruh sekaligus tak terganggu kondisi serba kekurangan itulah yang benar-benar dahsyat. Kendala keterbatasan dana malah melahirkan frugal innovation atau inovasi hemat. Sikap kesungguhan mencari solusi menyeluruh itulah yang perlu dipelajari dan berimbas ke kita.

Biaya ekspedisi ke Mars ini hanya tiga perempat biaya pembuatan film Hollywood bertema eksplorasi angkasa, yakni Gravity, yang menghabiskan dana sekitar 100 juta dollar AS. Sebagai perbandingan, ekspedisi NASA untuk ke Mars menghabiskan lebih dari 600 juta dollar AS. Oleh karena itu, New York Times justru menyoroti ekspedisi ini sebagai sebuah inovasi strategi bisnis yang cemerlang.

Kisah sukses di atas langsung mengingatkan kembali penulis pada buku The Fortune at The Bottom of the Pyramid karya CK Prahalad, seorang guru besar strategi dan bisnis internasional di University of Michigan Business School, AS. Dalam buku itu diungkapkan bagaimana strategi pembangunan dan juga kebijakan sangat mungkin bertolak pada dasar piramida ekonomi, yakni masyarakat berpenghasilan paling rendah yang biasanya paling banyak. Lebih dari itu, sebenarnya buku itu menyampaikan pemahaman mendalam bahwa solusi dari permasalahan apa pun harus menyeluruh dan tak boleh mengabaikan kendala dalam proses membuat solusinya.

Sebagai ilustrasi, sebuah pabrik kaki palsu Jaipur Foot di India diminta mendesain kaki palsu bagi masyarakat bawah, dasar piramida. Dalam mereka-cipta kaki palsu ini, para pendesain dituntut memperhitungkan kendala yang ada. Pertama, pengguna adalah kalangan masyarakat tak mampu. Kedua, proses pembuatannya harus menggunakan bahan lokal. Ketiga, pengguna kaki palsu ini kebanyakan petani yang harus berjalan jauh di jalanan buruk. Keempat, pengguna kaki palsu dalam ritualnya perlu dapat menyilangkan kakinya. Kelima, para pegawai pabrik yang ada punya keterbatasan keterampilan.

Akhirnya, pabrik ini berhasil merancang kaki palsu yang memenuhi lima persyaratan tadi. Jika di AS harga kaki palsu itu sekitar Rp 80 juta, pabrik ini berhasil memproduksinya dengan harga Rp 300.000 saja dan cocok serta awet dipakai di jalanan pedesaan.

Dari ilustrasi tadi, tampak bahwa proses pembuatan solusi dalam bentuk strategi bahkan desain harus terus-menerus memperhitungkan kendala dalam tiap tahapannya. Jika saja pabrik kaki palsu itu menjiplak desain kaki palsu dari AS yang mahal tadi, baru kemudian dimodifikasi untuk diproduksi di pabrik sederhana tersebut, kemungkinan besar akan gagal diproduksi atau tak laku dijual serta merugi. Tetapi, dengan selalu memasukkan unsur kendala dalam proses pembuatan desain dan strategi, solusi akhir menjadi menyeluruh, tak terhambat kendala lagi.

Teori optimasi juga menyampaikan pesan mirip: kendala harus selalu dilibatkan dalam proses penemuan solusi optimum. Kendala dipadukan ke dalam besaran obyektif yang hendak dioptimumkan sejak awal.

Kebijakan Pendidikan

Bagaimana jika cara pandang yang sama diterapkan pada pembuatan kebijakan pendidikan? Telah diketahui pendidikan dasar dan menengah di Indonesia punya kendala fasilitas sekolah dan guru bermutu yang belum tersebar dan tersedia secara mencukupi.

Lalu, apakah kebijakan pendidikan seperti kurikulum terdahulu sampai Kurikulum 2013, misalnya, sudah memperhitungkan kendala pendidikan kita tadi? Apakah desain pembelajaran yang direka-cipta sudah memungkinkan pelajar di daerah terpencil tetap belajar secara bermakna walau guru bermutu tak tersedia di sekolahnya? Atau apakah pelajar di pedalaman tetap bisa belajar sains secara baik meski fasilitas laboratorium di sekolahnya tak ada? Apa inovasi hemat Indonesia dalam strategi kebijakan pendidikan untuk keadaan di Tanah Air ini?

Kebijakan pendidikan harus direka-cipta dengan senantiasa memperhitungkan kendala yang ada. Kendala pendidikan tak boleh diabaikan. Cara menjiplak model pendidikan Finlandia, Singapura, Korea Selatan, dan AS jelas meragukan. Metode pendidikan mereka tak serta-merta cocok karena kendalanya berbeda. Indonesia harus menemukan solusinya sendiri.

Kecuali kurangnya guru bermutu serta penyebarannya yang terbatas dan fasilitas sekolah yang jauh dari memadai, infrastruktur di beberapa daerah sangat minim. Siswa di pedalaman ada yang harus berjalan kaki menembus hutan untuk bersekolah karena di desanya belum ada sekolah. Banyak siswa di pulau terpencil yang hanya punya satu guru. Buku dan listrik pun belum tentu tersedia. Bagaimana model pembelajaran yang memperhitungkan kendala ini?

Kendala-kendala di atas adalah fakta dunia pendidikan Indonesia, bahkan sampai hari ini. Mencari dan menunjukkan siapa penyebabnya tak guna. Lebih penting segera mereka-cipta solusi kebijakan pendidikan nasional yang membangun kasmaran belajar setiap siswa serta sudah memperhitungkan kendala-kendala tadi sebagai faktor utama dalam solusinya.

Sebaliknya, perlu dihentikan berbagai kebijakan boros serta yang justru tetap dihambat berbagai kendala. Misalnya, penciptaan model pembelajaran atau kurikulum yang mensyaratkan gurunya harus sudah kompeten tentu kecil manfaatnya. Ketersediaan guru kompeten di pelosok-pelosok jelas sulit atau mustahil dipenuhi dalam waktu dekat. Lalu, apakah anak-anak bangsa ini harus menunggu gurunya kompeten dahulu sebelum mereka dapat merasakan pendidikan bermutu?

Ini tantangan bagi Balitbang Kemdikbud ke depan untuk mereka-cipta model pembelajaran yang memang sungguh-sungguh memperhitungkan kendala yang ada. Untungnya, saat ini teknologi informasi tersedia murah dan dapat dimanfaatkan dalam mereka-cipta solusi pendidikan yang utuh menyeluruh.

Oleh: Iwan Pranoto (Guru Besar ITB)

Pembahasan Opini

Sumber: “Solusi Menyeluruh” yang terbit dalam surat kabar Kompas, 12 April 2014, oleh Iwan Pranoto (Guru Besar ITB)

Masalah-masalah yang dihadapi India kini semakin banyak dan kompleks. India memiliki jumlah penduduk terbanyak kedua di dunia, dengan populasi lebih dari satu miliar jiwa, dan India adalah negara terbesar ketujuh berdasarkan ukuran wilayah geografis. Pendapatan per kapita India berdasarkan PPP hanya AS$ 3.262, berada di urutan ke-125 oleh Bank Dunia (Dibawah Indonesia).

Namun, dengan adanya masalah-masalah tersebut tidak menghentikan India untuk tetap berpikir kreatif dan inovatif dalam bidang-bidang lain yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh orang banyak. Sikap yang ditunjukkan oleh India yaitu sikap gigih, tekun, fokus, dan menemukan solusi terhadap apa yang dihadapi harusnya dipelajari oleh masyarakat di Indonesia, sehingga untuk menciptakan apa yang akan di rancang di masa depan sesuai dengan perencanaan dan usaha yang disiapkan dapat terwujud demi kemajuan dan kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat Indonesia sendiri.

Dalam opini tersebut, meyakinkan pembaca bahwa disamping masalah-masalah yang dihadapi, seharusnya strategi untuk mencari solusi suatu permasalahan harus menyeluruh dan tersusun melalui kegiatan-kegiatan perencanaan, sehingga solusi tersebut tidak hanya asal jadi tetapi dampak dan akibatnya juga harus dipikirkan.

Faktor yang mempengaruhi manusia untuk berpikir secara terkonsep adalah dengan pendidikan. Pendidikan menjadi sangat penting karena pendidikan dapat memberikan pengetahuan tentang kehidupan dan lingkungan sekitar, serta menemukan perbedaan perspektif dalam mengembangkannya. Pendidikan membuat seseorang menjadi beradab dalam sikap dan percaya diri (seperti sikap gigih yang ditunjukkan oleh India dalam proses pembuatan pesawat antarplanet bikinannya). Pendidikan mengajarkan seseorang untuk berpikir analisis, kritis dalam menjawab dan memutuskan suatu persoalan. Indikator kemajuan sebuah bangsa juga dilihat dari pendidikan masyarakatnya.

Solusi untuk kebijakan pendidikan di Indonesia dengan banyaknya masalah-masalah seperti tidak meratanya dan kurangnya kualitas pendidikan serta keefektifan proses belajar mengajar dapat dikurangi dengan mulai mencari kendala yang ada, analisa dan pelajari, ketahui dampak dan akibatnya, mencari alternatif-alternatif dan solusi pilihan tepat yang didapat, terakhir sebelum diwudjudkan, dipikirkan kembali apakah langkah-langkah tersebut sudah efisien dan benar sesuai tujuan. Dengan demikian, solusi yang telah dibuat tidak hanya Cuma-Cuma tetapi mempunyai nilai plus tersendiri untuk direalisasikan.

(Pembahasan Opini ditulis oleh Amel El Dinne A. dalam mata kuliah Teknik Perencanaan, jurusan Teknik Sipil, fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti)

Senin, 31 Maret 2014

Moda Transportasi Publik (TransJakarta Koridor 1)

Opini 

Untuk mengatasi masalah kemacetan yang tak kunjung usai, Pemerintah daerah DKI mengambil kebijakan untuk membangun sistem transportasi darat yang diperuntukkan massal yang disebut Transjakarta. Transjakarta atau yang umumnya disebut sebagai Busway adalah sebuah sistem transportasi BRT pertama di Asia tenggara dan Asia selatan, yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta. Transjakarta dirancang sebagai moda transportasi massal pendukung aktivitas ibukota yang sangat padat. Jumlah rata-rata harian pengguna Transjakarta diprediksikan sekitar 350.000 orang.

Perjalanan menggunakan Transjakarta koridor 1 dengan tujuan Terminal Blok-M dari Stasiun Halte Kota. Transjakarta merupakan transportasi publik yang dapat mengangkut banyak orang atau barang (Mass Transit). Transjakarta mempunyai rute tetap dan halte pemberhentian, mempunyai jadwal kedatangan dan keberangkatan karena jalur Transjakarta (Busway) adalah jalur yang hanya boleh dilewati oleh bus Transjakarta. Waktu untuk menaikkan dan menurunkan penumpang berkisar 10-60 detik, mempunyai tarif khusus yang berlaku ke semua destinasi yang terjangkau bagi semua kalangan.

Jalan-jalan besar yang dilalui koridor 1 adalah sepanjang Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Trunojoyo, Jalan Sisingamangaraja, Sudirman, MH Thamrin, Medan Merdeka Barat dan Gajah Mada/ Hayam Wuruk. Transjakarta koridor 1 mulai Beroperasi pada tanggal 1 Februari 2004. Panjang rute koridor ini adalah 12.9 km. Jumlah Halte sebanyak 17 buah, diantaranya Kota, Glodok, Olimo, Mangga Besar, Sawah Besar, Harmoni Central, Monumen Nasional (Monas), Bank Indonesia, Sarinah, Bundaran HI, Tosari, Dukuh Atas 1, Setiabudi, Karet, Bendungan Hilir, Polda Metro Jaya, Gelora Bung Karno, Bundaran Senayan, Masjid Agung, dan Blok-M. Jarak Rata-rata tiap Halte yaitu 650 m, dengan rata-rata waktu pemberhentian di masing-masing halte selama 10 detik. Tipe bus Transjakarta koridor 1 adalah bus gandeng berwarna merah kuning yang dapat mengangkut 160 orang (duduk dan berdiri) dalam satu kali perjalanan. Jenis bus gandeng Transjakarta adalah Zhong Tong Bus buatan China, dengan panjang 18 meter, menggunakan bahan bakar gas dengan teknologi ramah lingkungan. Tarif/ Fare sekali perjalanan yaitu Rp 3.500 ( pada jam 07.00 – 23.00 WIB), dan Rp 2.000 (pada jam 05.00 – 07.00 WIB). 

Keamanan dan kenyamanan pada bus Transjakarta ini dapat dilihat dengan adanya CCTV yang dipasang di dalam bus, CCTV tersebut terhubung dengan layar yang berada pada dashboard supir bus. Adanya ruangan khusus wanita dan juga adanya penjagaan yang disiapkan oleh pihak Transjakarta. Pintu bus menggunakan sistem lipat otomatis yang dapat dikendalikan dari konsol yang ada di panel pengemudi. pada tiap bus telah dilengkapi dengan alat pemecah kaca yang tersedia di beberapa bagian pada tiap bus, tombol darurat diatas pintu bus, dan pintu darurat.

Namun, terdapat kendala-kendala yang ada pada angkutan umum Transjakarta antara lain adalah pintu halte yang rusak, kebersihan dalam halte kurang sehingga membuat pengguna angkutan Transjakarta kurang nyaman. Selain itu, jalur/ jalan busway yang tidak steril, maksudnya adalah banyak pengguna angkutan lain baik pribadi atau umum bisa memasuki jalur busway, ini mengakibatkan macet dan bus Transjakarta tidak dapat sampai pada waktunya. Separator atau pembatas rusak dan kurang tinggi, sehingga kendaraan lain selain Transjakarta dapat masuk ke jalur Busway. Jalanan rusak atau bergelombang yang diakibatkan oleh hujan maupun banjir juga dapat mengakibatkan kenyamanan penumpang terganggu. Lalu, kurangnya armada bus dan stasiun BBG untuk pengisian bahan bakar gas pada bus, mengakibatkan bus lama untuk beroprasi sementara banyak pengguna sudah menunggu di halte, hal ini menunjukkan bahwa tidak adanya efisiensi waktu.

Dapat diambil kesimpulan bahwa ketersediaan transportasi umum yang layak, aman, murah dan nyaman begitu dibutuhkan dan diharapkan oleh masyarakat ibukota Jakarta, untuk itu pemerintah dengan berupaya serta kewenangannya diwajibkan untuk menyediakan transportasi umum yang diinginkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, dibutuhkan juga kerja sama yang baik antara pemerintah dan masyarakat sehingga melahirkan sistem transportasi yang baik dan tepat pada semua aspek transportasi.

(Ditulis oleh Amel El Dinne dalam mata kuliah Dasar Rekayasa Transportasi)

Sabtu, 17 November 2012

Old Old Song!

Stay tuned! and Happy Saturday Night All!






 


Jumat, 16 Maret 2012

Living Young and Wild and Free

This is our Anthem, Baby! Thank you Snoop Dogg, Wiz, and Bruno Mars.





Sabtu, 25 Februari 2012

Jangan Salahkan!

My Fiction Story! Enjoy Reading All!

Di sebuah kompleks perumahan elite, hiduplah seorang suami istri dan anak laki-laki mereka yang bernama Kim. Kim berumur 7 tahun dan sedang duduk di bangku sekolah dasar kelas dua. Mereka hidup sangat rukun dan berkecukupan. Di pagi hari yang cerah, Ayah dan Kim sedang berada di gudang rumah mereka. Gudang rumah mereka berada di lantai satu didekat dapur dan taman rumah. Ayah dan Kim sedang membersihkan AC yang diturunkan oleh kakek Kim. Sedangkan Ibu sedang sibuk di dapur. Terjadilah percakapan antara Ayah dan Kim.

Ayah: Dengarkan baik-baik ya Kim, Ayah sedang membersihkan AC yang kakekmu turunkan kepada ayah, kakekmu sangat mencintai AC ini, karena itu kita harus merawatnya dan terus membersihkannya.
Kim: Ya ayah, aku mengerti.
Ayah: Ayah akan mengajarimu cara membersihkan AC ini ya Kim. Lihat seperti ini caranya! (Terlihat ayah sedang mengelap AC dengan hati hati, dan menyemprotkan cairan pembersih). Nah Kim, kalau kamu sudah selesai mengelap AC ini nanti kamu bawa ke taman rumah ya… Nanti akan kita cuci dan semprot dengan air. (Ayah pun meninggalkan kamar gudang)
Kim: Baik yah, tunggu aku ya disana. (Setelah Kim sudah mengelap AC-nya dengan bersih, ia membawanya ke taman)

Namun, di tengah perjalanan ke taman, kim tidak melihat jalanannya. Dia lupa akan tangga-tangga menuju taman yang berjumlah tiga buah. Akhirnya, kaki kiri Kim terpeleset dan badan Kim menimpa lantai. AC kesayangan ayah yang dibawa Kim jatuh dan pecah menjadi beberapa bagian. Suara yang di buat dari AC yang jatuh terdengar oleh telinga ayah, membuat ayah segera pergi ke tangga menuju taman. Ayah melihat Kim tergeletak di lantai dan AC yang disayanginya pecah berkeping-keping.

Ayah sangat marah melihat ini semua, lalu ayah memarahi Kim.
Ayah: Kimmmmmmmmmmm!!.... apa yang kau lakukan?!
Kim: Maafkan aku yah, aku tidak sengaja menjatuhkan AC ayah. Aku tidak melihat tangga-tangga itu yah. Kumohon maafkanlah aku yah.
Ayah: Apa? Semudah itu kau berbicara? Berapa puluh tahun sudah ayah merawat AC ini dan kau merusaknya begitu saja? AC ini sangat mahal Kim, dan MAHAL! Kau tahu itu! (Dengan raut muka yang sangat kejam, Ayah memarahi Kim)

Lalu tiba-tiba ibu datang dari dapur, dan menemui ayah juga Kim.
Ibu: Ayah, sudahlah jangan begitu. Kim kan masih kecil, dia tidak tahu apa-apa. AC kan bisa kita beli kembali, bahkan yang lebih baru dan lebih canggih. Sudahlah, jangan dimarahi terus dengan kata-kata ayah yang menjatuhkan Kim. Dengan begitu, harga diri Kim akan terluka dan pasti akan membekas sepanjang hidupnya. AC yang pecah ini tidak ada harganya dibandingkan dengan kegembiraannya saat Kim sedang belajar. Biarkanlah dia belajar dari kesalahannya yah!.
Ayah: Tapi bu, (mendengar kata-kata ibu tadi ayah lalu berpikir untuk tidak lagi memarahi Kim) Maafkan ayah ya Kim, ayah terlalu keras memarahimu. Lain kali jangan melakukan hal seperti ini lagi ya kim!. Janji?
Kim: (dengan nafas lega kim berkata) Ya Ayah aku berjanji!. Terima Kasih ayah!.
Ibu: Baiklah Kim, bereskan pecahan AC ini kim. Lalu Ayah dan Kim bisa mencicipi makanan yang tadi ibu buat. Dan ibu sudah buatkan Jus segar buat kalian... Ibu tunggu di meja makan ya.

Akhirnya Ayah, Ibu, dan Kim melupakan kejadian itu dan Kim sudah bisa dapat pelajaran dari kesalahannya.

THE END!
(Sumber: Chicken Soup dengan Perubahan)

Resensi Buku Mardi Gras


New Orleans, sebuah kota dengan berbagai macam keunikan.

Judul : Mardi Gras
Penulis : Adriani Sukmoro
Penerbit : PT. Pelita Fikir Indonesia
Tahun Terbit : 2011
Tebal : viii + 245 halaman
Harga : Rp. 45.000,-
Kategori : Novel

Novel ini diawali dengan kehidupan dua orang mahasiswa yang bernama Dara dan Ramto. Mereka berdua adalah sepasang kekasih yang sedang ingin melanjutkan sekolahnya ke luar negeri. Dara ingin sekali mengambil S2 di luar negeri, sampai pada akhirnya, Ramto dikirim ke New Orleans, Amerika untuk pelatihan Cost Engineering. Namun, apakah Dara dan Ramto mampu menjalani hubungan jarak jauh nanti? Dara dan Ramto pun sepakat untuk membuat janji tentang komitmen seumur hidup, mereka pun menikah. Dara ikut sibuk mengurus paspor dan visa keberangkatan ke New Orleans menyusul Ramto, yang sekarang sudah resmi menjadi suaminya.

Menjelajahi dunia adalah bagian yang paling menyenangkan. Sesampainya di New Orleans, mereka tinggal di Apartemen Maple Leaf. Mereka dapat merasakan perbedaan antara New Orleans dan Jakarta. Dimulai dari perumahan-perumahan yang diisi oleh warga kulit putih, Tempat-tempat yang mengundang banyak turis lokal dan asing datang ke New Orleans, Suasana malam yang sangat hidup, bentuk bangunan, makanan, musik, nama jalan atau daerah yang unik. Kebiasaan-kebiasaan hidup yang berbeda seperti mengumpulkan kupon diskon yang berada di Koran atau melakukan kegiatan mencuci pakaian di gedung laundry. Bertemu orang-orang baru pasti ditemuinya, berteman dan dapat melakukan eksplorasi serta beradaptasi di kota New Orleans.

Novel ini juga menceritakan tentang sejarah kota New Orleans seperti latar belakang terjadinya perbudakan di masa jaya pertanian di Lousiana, dan peraturan-peraturan yang harus di patuhi. Novel ini berbicara tentang soal kenyamanan, keamanan, kejujuran, dan pengaturan lalu lintas jalan raya-nya.

Dan yang paling ditunggu-tunggu adalah meriahnya perayaan tahunan sebuah parade “Mardi Gras” di kota New Orleans. Berisi dengan dekorasi menarik, kostum megah warna-warni, dan rebutan hadiah yang benar-benar seru. Tidak hanya mengelilingi kota New Orleans, Dara dan Ramto pun juga mengunjungi kota-kota lain di Amerika.

Membaca novel Mardi Gras ini, mungkin tidak bisa berhenti di tengahnya. Novel ini mampu membuat pembacanya terus tertarik hingga akhir cerita. Latar dan alur cerita begitu jelas dan mampu membuat Anda merasa ikut dalam ceritanya. Ditambah dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dan tetap mengedepankan estetika bahasa. Novel ini juga mempunyai kelebihan pada covernya yang terlihat menarik sehingga dapat menarik pembaca untuk membaca isinya. Isinya pun cocok untuk dibaca oleh semua kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua sekalipun.