Selamat Datang! 안녕하세요! Bonjour! Welcome to my blog. I hope you enjoy read it. And don't forget to give a mark to the box under the posts. Terima Kasih! 감사합니다! Merci! Thank You.

Selasa, 07 Juni 2011

The Coolest Games On Facebook By Me

Pet Society
Pet Society is an internet social game developed by Playfish. The game, which is launched within Facebook, has been ranked as one of the most popular Facebook applications.New players custom design their pets, choosing genders, names, colours, and features (such as; ears, nose, mouth etc.)

There are a variety of activities with which the user can interact with the pet, including washing, brushing, petting and feeding the pet. There are also activities whereby pets can interact with the pets of those in the "friends" network. A pet can visit the pets of their friends and perform the same activities to these pets (washing, grooming, feeding, etc.). A pet can visit other pets as many times per day as it is inclined. Pets will receive coins on the first visit to each friend of the day and Paw Points on this and each subsequent visit. Ways to earn coins in Pet Society include the Daily Lottery, visiting friends, winning awards, cleaning or playing with pets, winning hurdle races or betting on the outcome of hurdle races. Ways to earn Paw Points are varied and include visiting friends, buying items and using the stadium.

Lucky Train
You start the game with 5 houses around your train station and need to earn money to upgrade your trains, houses or buy new houses. To do so you need trains and passengers. Passengers are generated by the various buildings and they spend a fixed fee (depending on building and people genereated in that building) when getting on the train. In order to get people on the train, you need to click on the building, if it shows that there are people waiting in it, in order to send them to the train station where they wait for the next train.


CSI Crime City

CSI: Crime City is the eleventh video game adaption of the CSI: Crime Scene Investigation television series, developed for Facebook by area/code and published by Ubisoft. It's the third CSI game released during 2010, along with CSI: Fatal Conspiracy and CSI: Unsolved. As of Case Set 11, 56 cases has been revealed.


InGenius

Market Street






Jumat, 20 Mei 2011

Bahasa Indonesia Story

Oke, hari rabu kemarin kira-kira tanggal 18 Mei gue disuruh bikin cerita apa aja sama temen gue, Dila. Cerita ini cuman cerita boongan alias imajinasi belaka apabila ada kesamaan nama atau apalah mohon maaf ya. Ini juga bukan cerita rakyat dari Korea kok hehe. Selamat membaca cerita karangan gue dan Dila ya. trus jangan lupa! Meldinnes yang baik harus tinggalkan comment.

Iyuri Gongju
-Korea Selatan-

Di daerah Seoul, Korea Selatan, ada sebuah kerajaan besar yang bernama Kerajaan Samel. Kerajaan tersebut diperintah oleh raja yang sangat tegas, bijaksana, dan selalu menuruti perintah ibunya yang sangat ia sayangi. Raja tersebut bernama Raja Joko. Di kerajaan Samel pun hidup pula ibunda Raja Joko, yaitu Lady Uni dan istri dari raja Joko yang bernama Ratu Iis. 

Suatu ketika Ratu Iis mengandung, mereka berdua sangat gembira karena sudah lama mereka menanti kelahiran seorang anak. Beberapa bulan kemudian, Ratu Iis merintih kesakitan “Aduh.. sakit, sakit, sakit sekali..”. Karena akan melahirkan, dengan cepat Raja Joko memerintahkan pengawal untuk memanggil Tabib Ucok.

Tak lama kemudian terdengarlah suara tangisan anak bayi dari kamar Ratu Iis. Segera Tabib Ucok menghampiri Raja Joko dan memberitahu tentang kelahiran anaknya “Baginda Raja Joko, selamat istri anda melahirkan putri yang sangat cantik sekali”. Mendengar perkataan tersebut Raja Joko dan Ratu Iis sangat senang akan kehadiran seorang putri yang sangat cantik jelita. Raja Joko dan Ratu Iis memberi nama putri mereka dengan panggilan Putri Ipeh yang artinya penawar.

Raja Joko mencarikan ibu susu untuk menyusui anaknya, Putri Ipeh. Akhirnya Raja Joko mendapatkan ibu susu berkebangsaan Jepang yang bernama Butet. Namun putri Ipeh tidak mau menyusu pada Butet.

Saat malam hari di kamar Putri Ipeh yang sudah tidak di jaga oleh butet, Ratu Iis menemani putrinya lalu diberikan padanya sebuah gelang berinisial “I” yang terbuat dari emas dan berlian.

Namun dilain itu, Lady Uni tidak menginginkan cucu perempuan karena ia anggap tidak dapat memimpin Kerajaan Samel kelak. Lady Uni sangat tidak suka dengan kelahiran Putri Ipeh. Saat Ratu Iis keluar dan dari kamar sang putri, Lady Uni pun masuk dan membawa sang putri keluar dari kamarnya dan membuangnya ke Pulau Jeju, sebuah pulau yang tidak mempunyai penghuni dan terdapat binatang buas yang banyak.

Di pulau Jeju, Putri Ipeh pun dipungut oleh sepasang suami istri, Midun dan Juminten yang sedang berjalan-jalan bersama. Midun dan Juminten membawanya pulang dan memberi nama anak yang mereka temukan dengan nama Iyuri. Midun bekerja sebagai polisi, setiap hari Midun selalu mengajarkan Iyuri menembak sasaran. Sedangkan, Juminten adalah seorang tabib yang sangat pintar. Juminten mengajarkan Iyuri cara meracik obat dan cara menyembuhkan luka. Iyuri tumbuh menjadi gadis yang baik, cantik, dan pintar.

Sementara itu di kerajaan, Raja Joko mengalami stress berat karena hilangnya Putri Ipeh. Akhirnya, atas perintah ibunya Raja Joko dan Ratu Iis dikaruniai putra yang gagah dan berani. Namun, pada saat putra Raja Joko, Pangeran Choi berumur 10 tahun, ia mengalami kecelakaan kereta api bersama ibunya, Ratu Iis. Rajapun semakin kalut dan pergi meninggalkan Kerajaan Samel untuk berkelana dan ia juga meninggalkan semua harta bendanya yang ada di dalam istana.

Iyuri sangat senang mencari tanaman obat dan memburu burung dihutan. Saat ia sedang asyik melakukan aktifitasnya di hutan sekitar Pulau Jeju ia melihat seorang pengembara yang berpakaian lusuh sedang dikejar oleh seekor beruang hutan. Badannya terlihat penuh luka dan cabikan. Lalu dengan sigap Iyuri mengarahkan senapannya kearah beruang hutan tersebut. Dan sang pengembara tersebut terkulai pingsan.

Keesokan harinya saat sang pengembara bangun dan menyadari bahwa ia ada di sebuah rumah sederhana dan ada seorang gadis yang cantik jelita yang menghampirinya dan berkata “Bapak sudah siuman?” kata Iyuri sambil menyentuh dahinya. Saat Iyuri menyentuh dahinya, sang pengembara pun menyadari hal yang janggal pada lengan Iyuri. Ia sadar bahwa gelang yang dipakai pada lengan iyuri adalah gelang yang diberikan Ratu Iis kepada Putri Ipeh. Seketika itu juga sang pengembara bertanya pada Iyuri “Darimana kamu mendapatkan gelang ini nak?”. Iyuri menjawab “Gelang ini sudah terpasang di tanganku sejak aku masih kecil pak”. Sang pengembara pun melanjutkan “Kau..kau adalah anakku”. Sambil mengerutkan dahinya, Iyuri berkata “Apa maksud bapak?”. “Lihatlah gelang itu. Itu gelang pemberian ibumu nak!”. “Bagaimana bapak tahu ini pemberian ibu kandungku? Amma Juminten dan Appa Midun yang memberitahuku bahwa ini pemberian dari orang tuaku dan hanya aku yang tahu”. Sang pengembara menjelaskan “Karena aku ini ayahmu nak” kata sang pengembara sambil memeluk Iyuri. Dan Iyuri pun membalas pelukan ayahnya yaitu Raja Joko sambil menangis.

Akhirnya, Raja Joko membawa putrinya kembali ke Kerajaan Samel. Dan Iyuri menikah dengan Pangeran Dongsang dari Kerajaan Malse. Kini Iyuri Gongju (Putri Iyuri) dan Dongsang Wangja (Pangeran Dongsang) hidup bahagia selamanya.

The End

Sabtu, 12 Maret 2011

Corak Kehidupan Prasejarah Indonesia Dan Hasil Budayanya

Hasil kebudayaan manusia prasejarah untuk mempertahankan dan memperbaiki pola hidupnya menghasilkan dua bentuk budaya yaitu:

• Bentuk budaya yang bersifat Spiritual
• Bentuk budaya yang bersifat Material

1. Masyarakat Prasejarah mempunyai kepercayaan pada kekuatan gaib yaitu:
• Dinamisme, yaitu kepercayaan terhadap benda-benda yang dianggap mempunyai kekuatan ghaib. Misalnya: batu, keris.
• Animisme, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang mereka yang bersemayam dalam batu-batu besar, gunung, pohon besar. Roh tersebut dinamakan Hyang.

2. Pola kehidupan manusia prasejarah adalah:
• Bersifat Nomaden (hidup berpindah-pindah), yaitu pola kehidupannya belum menetap dan berkelompok di suatu tempat serta, mata pencahariannya berburu dan masih mengumpulkan makanan.
• Bersifat Permanen (menetap), yaitu pola kehidupannya sudah terorganisir dan berkelompok serta menetap di suatu tempat, mata pencahariannya bercocok tanam. Muali mengenal norma adat, yang bersumber pada kebiasaan-kebiasaan.

3. Sistem bercocok tanam/ pertanian:
• Mereka mulai menggunakan pacul dan bajak sebagai alat bercocok tanam
• Menggunakan hewan sapi dan kerbau untuk membajak sawah
• Sistem huma untuk menanam padi
• Belum dikenal sistem pemupukan

4. Pelayaran
Dalam pelayaran manusia prasejarah sudah mengenal arah mata angin dan mengetahui posisi bintang sebagai penentu arah (kompas).

5. Bahasa
• Menurut hasil penelitian Prof. Dr. H. Kern, bahasa yang digunakan termasuk rumpun bahasa Austronesia yaitu: bahasa Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia.
• Terjadinya perbedaan bahasa antar daerah karena pengaruh faktor geografis dan perkembangan bahasa.

Sabtu, 05 Maret 2011

Perilaku Menyimpang (Deviant Behavior)

A. Pengertian Perilaku Menyimpang (Definition of Deviant Behavior)
Yaitu setiap tindakan individu, atau kelompok yang bertentangan dengan nilai dan norma yang berlaku pada masyarakat tertentu. Mengapa disebutkan masyarakat tertentu? Karena ukuran pada masyarakat tertentu adalah berbeda-beda.


B. Sifat-sifat Perilaku Menyimpang (The Nature of Deviant Behavior)
a. Sifat perilaku menyimpang positive adalah perilaku yang bernilai positive dan tidak merugikan diri sendiri atau orang lain dan tidak merusak sistem sosial yang ada. contoh: wanita menjadi supir bus atau supir container atau pria menjadi tukang salon.

b. Sifat perilaku menyimpang negative adalah perilaku menyimpang yang bernilai negative dan merugikan diri sendiri dan merusak sistem sosial yang ada. contoh: memakai narkoba akan merugikan diri sendiri dan orang disekitarnya (keluarga ataupun orang tuanya)

C. Bentuk Perilaku Menyimpang (Forms of Deviant Behavior)
♥ Penyimpangan primer → adalah perilaku yang dilakukan baru satu kali dan bisa dimaafkan oleh masyarakat, contoh: A tidak pernah terlambat masuk sekolah tapi suatu ketika A telat datang ke sekolah tetapi perilaku itu dimaafkan oleh lingkungan sekitarnya.
♥ Penyimpangan sekunder → adalah perilaku yang dilakukan oleh individu perkelompok yang dilakukan berulang kali (kehidupanya penuh dengan penyimpangan) contoh: pencopet, pencuri, penjudi atau pencontek.
♥ Penyimpangan individu → adalah perilaku yang dilakukan secara perseorangan.
♥ Penyimpangan kelompok → adalah perilaku yang dilakukan secara berkelompok

D. Macam-macam Perilaku Menyimpang (Kinds of Deviant Behavior)
1. Tindakan kriminal atau kejahatan yaitu perilaku atau tindakan yang bertentangan dan berlawanan dengan hukum. contoh: menyetir tanpa menggunakan SIM. Tindakan ini dibagi menjadi 4 yaitu:
○ Kejahatan tanpa korban. contoh: peminum, pejudi.
○ Kejahatan kerah putih adalah kejahatan yang dilakukan oleh para pejabat atau orang terpandang. contoh: bupati yang korupsi.
○ Kejahatan korporat adalah kejahatan yang mengatasnamakan nama organisasi atau perusahaan. contoh: pembuangan limbah industri dan menyebabkan penduduk sekitarnya mengalami berbagai jenis penyakit.
○ Kejahatan terorganisir/ kejahatan yang dilakukan secara berkelompok yg diorganisir. contoh: penjualan bayi ke luar negeri.
2. Kenakalan anak adalah kenakalan yang terjadi pada usia 15 - 19 tahun. contoh: mencorat coret meja atau tembok.
3. Penyimpangan seksual adalah penyimpangan yang terjadi dalam berhubungan tidak sesuai dengan aturan dan norma agama. contoh: perzinahan, lesbianisme, homoseks, kumpul kebo, sodomi, sadisme, pedofilia, transvestitisme.
4. Alkoholisme.
5. Penyalahgunaan narkotik apabila digunakan oleh orang awam dan bertentangan dengan nilai agama.
6. hubungan seksual sebelum menikah.

E. Teori dari Perilaku Menyimpang (Theory)
- Teori pergaulan berbeda yaitu dimana individu bergabung dengan kelompok bermain dimana pergaulanya yang sangat berbeda. contoh: ada anak SMA yang bergaul dengan sekelompok anak mahasiswa/kuliahan maka si anak SMA tersebut akan terbawa pergaulan anak kuliahan tersebut.
- Teori labelling yaitu adalah teori pemberian cap kepada individu dan jika seseorang di cap yang menyimpang maka ia cenderung untuk melakukan penyimpangan berulang kali.
- Teori merton yaitu adalah dalam berinteraksi atau beradaptasi itu dari 5 pelakunya 4 adalah menyimpang.

F. Media yang Mendukung terjadinya Perilaku Menyimpang
*Keluarga
*Lingkungan tempat tinggal
*Kelompok bermain
*Media massa

Selasa, 15 Februari 2011

Sosialisasi Dan Pembentukan Kepribadian

A. Pengertian Sosialisasi
Sosialisasi adalah proses pembelajaran tentang nilai, norma, dan kaidah yang ada pada masyarakat, sebagai bekal untuk beradaptasi sebagai anggota masyarakat yang baru.


B. Perkembangan Diri Manusia
- Play Stage yaitu dia dapat meniru atau memerankan peran orang lain yang ada di sekitarnya tetapi tidak mengerti apa maknanya atau maksudnya. contohnya: kita sering melihat anak kecil bermain menjadi polisi atau menjadi dokter.
- Game Stage yaitu dia dapat meniru atau memerankan peran orang lain atau orang dewasa dan dia sudah mulai mengerti apa maksutnya. contohnya: dalam bermain sepak bola dia menyadari bahwa adanya peranan pemain, kiper, wasit dll.
- Generelizion Other yaitu dia dapat meniru atau memerankan peran orang lain dan dia sudah mengerti apa yang dia perankan, serta dapat mempertanggung jawabkannya. contohnya: sebagai siswa ia memahami peran gurunya atau sebagai anak ia memahami peran orang tuanya.

C. Bentuk Sosialisasi
Sosialisasi Primer adalah proses pembelajaran yang berlangsung di rumah dan yang berlangsung berperan adalah orang tua dan anggota keluarga berlangsung pada usia 0-5 tahun. contohnya: kita diajarkan cara berjalan, berbicara, dll.

Sosialisasi sekunder adalah proses yang berlangsung di luar rumah yang berperan atau mengajari adalah orang lain (guru, teman) terjadi pada usia 5 tahun keatas. contohnya: anak bermain mainan dengan temannya.

D. Pengertian Kepribadian
Menurut Roucek dan Warren:
Organisasi gabungan faktor-faktor biologis, psikologis, sosiologis yang mendasari perilaku seorang individu.

Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian:
1. Faktor Biologis atau Fisik atau Warisan Biologis: Bahwa kita berasal dari kedua orang tua kita secara fisik mempunyai kemiripan dan sifat-sifat dasarnya juga ada. Kemudian sifat ini bisa berkembang atau juga tidak. tergantung kepada external atau faktor lingkungan.
2. Faktor Psikologis atau faktor kejiwaan: yang berkaitan dengan kejiwaan (syaraf) bila kedua atau salah satu orang tuanya menderita penyakit syaraf kemudian kemungkinan anaknya menderita penyakit yang sama.
3. Faktor Sosiologis atau lingkungan fisik: dengan siapa dia berkomunikasi atau berinteraksi atau bergaul, atau dimana dia tinggal?. kepribadia seseorang akan dipengaruhi oleh atau dengan siapa dia berinteraksi. contohnya: orang yang selalu bergaul dengan orang yang soleh maka dia akan menjadi soleh. 
4. Faktor Geografis: contohnya: orang yang tinggal di pantai akan berkepribadian berbeda dengan orang yang tinggal di pegunungan.
5. Faktor Pengalaman Unik: pengalaman yang dimiliki atau dialami oleh masing-masing orang, baik yang bersifat positif ataupun negatif dan tidak dipengaruhi oleh orang lain. pengalaman ini mempengaruhi diri sesorang. contohnya: apabila seseorang anak terjatuh dari tangga dia akan menginggatnya seumur hidupnya.
6. Kebudayaan: contohnya A lahir di jakarta tetapi dia dibesarkan di lingkungan jawa, maka kepribadianya mengikuti jawa.

E. Proses Pembentukan Kepribadian
~ Pada Masa Anak-Anak (penanaman) usia 0-11 tahun, namun belum ada kepribadian.
~ Pada Masa Remaja Usia 11-20 tahun, mulai ada kepribadian namun belum stabil.
~ Pada Masa Dewasa Usia 21 tahun keatas, kepribadian sudah mantap/ matang.

F. Agen atau Sarana Sosialisasi
a. Keluarga
b. Sekolah
c. Teman Sepermainan
d. Lingkungan Kerja
e. Media Massa

Hubungan antara sosialisasi dan pembentukan kepribadian. Kepribadian bisa dipelajari melalui proses belajar.

G. Pola Sosialisasi
Represif
Proses pembelajaran yang menekankan hukuman dan hadiah (tekanan) sehingga anak menjalaninya tidak ikhlas atau terpaksa. contohnya: jika tidak sekolah, maka uang jajannya dipotong 50%.

Partisipatoris
Proses pembelajaran yang melibatkan siswa. sehingga anak menjalaninya sepenuh hati.

H. Tipe Sosialisasi
- Sosialisasi Formal (pemerintah/swasta)
- Sosialisasi Informal (dalam masyarakat)

Jumat, 10 Desember 2010

Konsep Pendekatan Prinsip Dan Aspek Geografi

A. Pengertian Dan Perkembangan Geografi

Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kelingkungan dan kewilayahan dalam konteks keruangan. geografi berarti tentang muka bumi yang meliputi tanah, iklim, laut, flora, fauna, maupun manusia. secara harfiah geografi berasal dari bahasa yunani yaitu geo (bumi) dan graphien (gambaran).

Beberapa definisi geografi:
a. James 
Geografi adalah ilmu yang melihat keteraturan gejala-gejala alam sehingga memberikan karakteristik suatu tempat.

b. Barlow 
Geografi adalah ilmu yang mempelajari proses-proses yang berhubungan dengan lingkungan dan gejala-gejala serta pola-pola yang dibahas.

c. I Made Sandy 
Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi dan segala sesuatu yang ada di atasnya, seperti penduduk, fauna, flora, iklim, udara dan segala interaksinya.

d. Bintarto 
Geografi adalah ilmu pengetahuan yang menceritakan dan menerangkan sifat bumi, menganalisis gejala alam dan penduduk, dan mempelajari corak yang khas dalam kehidupan.

e. Seminar dan Workshop Ikatan Geografi Indonesia Tahun 1988 di Semarang 
Geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan geosfer dan interaksi antara manusia dengan lingkungannya dengan sudut pandang kelingkungan dalam konteks keruangan dan kewilayahan.

Geografi generalis berarti meliputi fenomena: litosfer, hidrosfer,atmosfer, dan bentuk muka bumi. Geografi Spesialis berarti meliputi masalah penduduk dan sosial.

B. Konsep Esensial Geografi

* Konsep Lokasi yaitu Absolute (garis astronomis), Relatif (garis geografis)
* Konsep Jarak yaitu Mutlak (jarak A-B 100 km), Relatif (satuan waktu)
* Konsep Keterjangkauan yaitu Kondisi permukaan bumi (kendaraan mobil, motor, dll)
* Konsep Pola yaitu Ketergantungan pada bentuk fenomena geografi di permukaan bumi (pola aliran sungai)
* Konsep Morfologi yaitu Bentuk muka bumi sebagai hasil tenaga endogen dan eksogen (relief muka bumi)
* Konsep Aglomerasi yaitu Pengelompokan kawasan
* Konsep Nilai Kegunaan yaitu Manfaat fenomena
* Konsep Interaksi yaitu Peristiwa yang saling berhubungan
* Konsep Diferensiasi Area yaitu Ciri khas suatu wilayah
* Konsep Keterkaitan Ruang yaitu Keterkaitan persebaran gejala geografi di suatu tempat dengan tempat lain

C. Objek Studi Geografi

1. Objek Material adalah objek mengenai geografi. meliputi gejala-gejala geosfer yaitu atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer.
2. objek Formal adalah objek mengenai sudut pandang atau cara berfikir dalam gejala geosfer sebagai material geografi baik fisik atau sosial. meliputi aspek-aspek keruangan (spatial), kewilayahan (teritorial), kelingkungan (ekologi), dan waktu (temporal).

A. Pendekatan Keruangan menceritakan peristiwa upaya dalam mengkaji persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dalam ruang. Contoh dalam mengkaji mengenai ketinggian tempat, kemiringan lahan, jenis tanah, dan keberadaan air tanah berkurang.

B. Pendekatan Ekologi (lingkungan) akibat mengkaji fenomena geosfer, terhadap interaksi antara organisme hidup dengan lingkungan organisme hidup lain. Contoh penduduk yang tinggal di tepi pantai memiliki aktivitas yang berbeda dengan di daerah pegunungan.

C. Pendekatan Kompleks Wilayah lebih dari satu wilayah mengakaji fenomena geosfer. 

D. Prinsip Geografi
- (Persebaran) Gejala dan fakta geografi akan tidak merata di setiap wilayah.
- (Interelasi) Saling keterkaitan antara gejala-gejala dalam ruang.
- (Deskripsi) Menceritakan atau menjelaskan adanya gejala atau fenomena geografi.
- (Korologi) mengkaji gejala atau fenomena geografi secara menyeruluh (persebaran, interelasi, deskripsi) dan komprehensif dalam ruang tertentu.

E. Ilmu Bantu Geografi
a. Geologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi.
b. Geomorgologi adalah ilmu yang mempelajari tentang bentuk muka bumi.
c. Pedologi adalah ilmu tentang tanah.
d. Meteorologi adalah ilmu tentang cuaca.
e. Klimatologi adalah ilmu tentang iklim.
f. Hidrologi adalah ilmu tentang perairan.
g. Oceanografi adalah ilmu tentang kelautan.
h. Biogeografi adalah ilmu tentang makhluk hidup yang hidup di bumi.
i. Astronomi adalah ilmu tentang benda-benda langit.
j. Kartografi adalah ilmu tentang peta.
k. Demografi adalah ilmu tentang kependudukan.
l. Antropogeografi adalah ilmu tentang bangsa-bangsa di muka bumi.

Sarana bantu geografi:
- Diagram.
- Grafik.
- Tabel.
- Peta.

Kamis, 09 Desember 2010

Dakwah Rasulullah Periode Makkah

A. Dakwah Rasulullah Periode Makkah

Sebelum risalah Nabi Muhammad SAW, kondisi kehidupan masyarakat Arab secara umum dikenal sebagai masyarakat Jahiliyah, zaman kebodohan, atau dalam istilah Al-Qur'an diisyaratkan sebagai kehidupan adz-dzulumat. Dekandesi moral masyarakat tampak dalam aktifias tercelanya seperti minum-minuman keras, berjudi, berzina, riba dan mengubur anak perempuan hidup. Disebut demikian, karena kondisi sosial, politik, dan kehidupan spiritualnya, yang dalam waktu cukup lama, tidak memiliki nabi, kitab suci, ideologi agama, dan tokoh besar yang membimbingnya. Mereka tidak memiliki sistim pemerintahan dan hukum yang ideal, dan tidak mengindahkan nilai-nilai moral. Tingkat keberagamannya hampir kembali pada masyarakat primitif yang jauh dari nur Ilahi. Mereka terpecah belah menjadi berbagai suku yang saling bermusuhan sehingga secara politis tidak mengenal sistim pemerintahan pusat yang dapat mengendalikan perpecahan dan permusuhan. Sebagian mereka belum mengenal sistim hukum. Hukum yang berlaku bagaikan hukum rimba, yang kuat menindas yang lemah.



Secara geografis dan demografis, wilayah Arab merupakan daerah gersang dan mata pencaharian sebagai besar penduduknya adalah beternak. Kelompok bangsawan menguasai hubungan perdagangan domestik dan luar negeri. Sistim perekonomian didominasi oleh kaum aristokrat yang konglomerat. Masyarakat pada umumnya miskin dan menderita, sebagai akibat dari kesenjangan sosial ekonomi yang melahirkan ketidakadilan dan penindasan. Dari segi kebudayaan, masyarakat Arab terkenal mahir dalam bidang bahasa dan syair (sastra). Bahasanya sangat kaya sebanding dengan bahasa bangsa Eropa dewasa ini. Hal tersebut merupakan kontribusi yang cukup penting dalam pengembangan dan penyebaran Islam. Menurut Pilihip K. Hitti, keberhasilan penyebaran Islam di antaranya didukung oleh keleluasaan bahasa Arab, khususnya bahasa Al-Qur'an. Namun, kemajuan kebudayaan mereka dalam bidang sya'ir khususnya, diwarnai semangat kesukuan.


Adapun dari sisi keagamaan, mayoritas masyarakat bangsa Arab merupakan penyembahan berhala, kecuali sebagian kecil menganut agama Yahudi dan Nasrani. Selain penyembah berhala, ada juga yang menyembah matahari, bintang, dan angin. Di antara mereka ada yang atheis, tidak mempercayai Tuhan YME, adanya hari pembalasan, dan tidak mempercayai keabadian jiwa manusia. Setiap daerah dan suku mempunyai dewa-dewi (berhala). 

Di antara berhala yang paling dipuja merka adalah Al-Uzza, Al-Latta, Manah, dan Hubbal. Tidak kurang dari 360 berhala yang ditata disekeliling kabah untuk disembah. Setiap tahun masyarakat Arab datang ke kabah untuk melakukan penyembahan massal terhadap berhala tersebut, bersamaan dengan diselenggarakannya pekan raya yang dikenal dengan Pekan Raya Ukaz. Dalam kondisi sosial dan moral, khususnya yang berkaitan dengan martabat kaum wanita, masyarakat Arab pra-Islam memandang bahwa wanita ibarat barang mainan, binatang piaraan, atau lebih hina. Wanita sama sekali tidak mendapatkan penghormatan sosial dan tidak memiliki hak apa pun. Derajat wanita pada waktu itu menempati kedudukan yang terendah sepanjang sejarah umat manusia.

Adapun faktor positif dari sifat dan karakter masyarakat Arab, antara lain seperti mempunyai ketahanan fisik yang perima, pemberani, daya ingat yang kuat, kesadaran akan harga diri dan martabat, cinta kebebasan, setia terhadap suku dan pemimpinnya, pola kehidupannya sederhana, ramah tamah, dan mahir dalam bersyair. Namun, sifat-sifat dan karakter yang baik tersebut seakan tidak ada artinya karena diselimuti kondisi ketidak adilan, kekejaman, dan keyakinan terhadap khurafat.

B. Substansi Dakwah Rasulullah Periode Makkah
Dalam proses penantian Jibril, turun wahyu yang membawa perintah kepada Rasulullah. Wahyu itu itu berbunyi sebagai berikut "Hai orang yang berselimut bangun, dan beri ingatlah. Hendaklah engkau besarkan Tuhanmu dan bersihkanlah pakaianmu, tinggalkan perbuatan dosa dan janganlah engkau memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak dan untuk (untuk memenuhi perintah) Tuhanmu bersabarlah" (Al-Muddatsir Ayat 1-7) 

Dengan turunnya perintah itu mulailah Rasulullah berdakwah. Pertama-tama, beliau melakukannya secara diam-diam di lingkungannya sendiri, keluarga, dan sahabat-sahabat beliau yang paling karib. Mereka di seru kepada pokok-pokok agama islam yang disebut dalam ayat-ayat diatas yaitu, bertauhid kepada allah dan meninggalkan ilah dan berhala-berhala yang mereka sembah. 

Mula-mula istrinya sendiri, Khadijah, kemudian saudara sepupunya Ali bin Abi Thalib yang baru berumur 10 tahun. Kemudian Abu Bakar sahabat karibnya sejak masa kanak-kanak. Lalu Zaid, bekas budak yang telah menjadi anak angkatnya. Ummu Aiman, pengasuh Nabi sejak ibunya Aminah masih hidup. Banyak orang-orang yang menerima seruan Nabi melalui perantara Abu Bakar. Mereka dikenal dengan sebutan Assabiqunal Awwalun. Mereka ialah Usman bin Affan, Zubair ibnu Awwan, Sa'ad ibnu Abu Waqqas, Abdurrahman ibnu Auf, Talhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidah ibnul Jarrah, dan Arqam ibnu Abu Arqam. Rumah Arqam pada saat itu dijadikan tempat pertemuan untuk menyampaikan dakwah islam. Tidak berapa lama turunlah ayat kepada Nabi Muhammad SAW “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musrik. Sesungguhnya kami memelihara kamu dari kejahatan orang-orang yang memperolok-olokan kamu" 

Sesudah ayat ini, mulailah Rasulullah SAW menyeru segenap lapisan manusia kepada agama Islam menyeru segenap lapisan manusia secara terang-terangan baik golongan bangsawan maupun hamba sahaya, begitupun anggota kerabat mereka sendiri atau orang-orang yang jauh. Mula-mulanya beliau menyeru penduduk mekkah lalu kemudiah penduduk negeri yang lain. Disamping itu beliau juga orang-orang yang berdatangan ke mekkah untuk melakukan ibadah haji. Dengan usahanya yang gigih. Hasil yang diharapkan mulai terlihat. Jumlah pengikut nabi yang tadinya hanya 12 orang makin hari makin bertambah. Mereka terutama terdiri dari kaum wanita, budak, pekerja dan orang-orang yang tak punya. 

Quraisy Mulai Menentang 
Setelah dakwah terang-terangan itu pemimpin quraisy mulai berusaha menghalangi dakwah rasul. Semakin bertambanya jumlah pengikut Nabi, semakin keras tantangan yang dilancarkan kaum Quraisy. Faktor-faktor yang mendorong Quraisy menentang seruan islam. Sebab-sebab yang mendorong kaum quraisy menentang agama islam yaitu sebagai berikut: 
a. Persaingan merebut kekuasaan 
b. Penyamaan antara hak antara kasta bangsawan dan kasta hamba sahaya 
c. Takut dibangkitkan dari alam kubur 
d. Taklid kepada nenek moyang 
e. Memperniagakan patung 

Meskipun Umat islam telah banyak mengalami penyiksaan dan gangguan dari kaum Quraisy, namun nabi Muhammad tetap bersikeras untuk melakukan dakwahnya di makkah. Substansi dakwah rasulullah pada periode makkah, antara lain:
1. Memurnikan Akidah ialah Nabi Muhammad SAW berusaha memurnikan akidah masyarakat arab khususnya penduduk makkah. Nabi Muhammad memurnikan ajaran Nabi Ibrahim yang telah diselewengkan.
2. Menanamkan kemuliaan Akhlak ialah Rasulullah menyatakan bahwa dirinya diutus untuk menyempurnakan akhlak.
3. Membebaskan tirani terhadap kaum lemah ialah Rasulullah diutus juga untuk membebaskan penindasan terhadap kaum lemah, khususnya yang dilakukan para penguasa.
4. Menbangun kebudayaan yang lebih beradab ialah Rasulullah juda diutus untuk membangun manusia yang berbudaya dan beradab.

C. Strategi Dakwah Rasulullah Periode Makkah
a. Da'wah Secara Rahasia (Sirriyatud Da'wah)
Nabi mulai menyambut perintah Allah dengan mengajak manusia untuk menyembah Allah semata dan meninggalkan berhala. Tetapi da'wah Nabi ini dilakukannya secara rahasia untuk menghindari tindakan buruk orang-orang Quraisy yang fanatik terhadap kemusyrikan dan paganismenya. Nabi saw tidak menampakan da’wah di majelis-majelis umum orang-orang Quraisy, dan tidak melakukan da’wah kecuali kepada orang-orang yang memiliki hubungan kerabat atau kenal baik sebelumnya. Orang-orang pertama kali masuk Islam ialah Khadijah binti Khuwailid ra, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah mantan budak Rasulullah saw dan anak angkatnya, Abu bakar bin Abi Quhafah, Utsaman bin Affan, Zubair bin Awwan, Abdur-Rahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqash dan lainnya. Mereka ini bertemu dengan Nabi secara rahasia.

Apabila diantara mereka ingin melaksanakan salah satu ibadah, ia pergi ke lorong-lorong Mekah seraya bersembunyi dari pandangan orang Quraisy. Ketika orang-orang yang menganut Islam lebih dari tiga puluh lelaki dan wanita, Rasulullah memilih rumah salah seseorang dari mereka, yaitu rumah al-Arqam bin Abil Arqam, sebagai tempat pertama untuk mengadakan pembinaan dan pengajaran. Da'wah pada tahap ini menghasilkan sekitar empat puluh lelaki dan wanita telah menganut Islam. Kebanyakan mereka adalah orang-orang fakir, kaum budak dan orang-orang Quraisy yang tidak memiliki kedudukan. Dakwah Islam dimulai di Mekah dengan cara sembunyi-sembunyi. Dan Ibnu Ishaq menyebutkan, dakwah dengan cara ini berjalan selama tiga tahun. Demikian pula dengan Abu Naim, ia mengatakan "Dakwah tertutup ini berjalan selama tiga tahun"

b. Da’wah Secara Terang-terangan (Jahriyatud Da’wah)
Da’wah Nabi saw secara terang-terangan ini ditentang dan ditolak oleh bangsa Quarisy, dengan alasan bahwa mereka tidak dapat meninggalkan agama yang telah mereka warisi dari nenek moyang mereka, dan sudah menjadi bagian dari tradisi kehidupan mereka. Pada saat itulah Rasullulah mengingatkan mereka akan perlunya membebaskan pikiran dan akal mereka dari belenggu taqlid. Selanjutnya di jelaskan oleh Nabi saw bahwa tuhan-tuhan yang mereka sembah itu tidak dapat memberi faidah atau bahaya sama sekali. Dan, bahwa turun-temurunya nenek moyang mereka dalam menyembah tuhan-tuhan itu tidak dapat dijadikan alasan untuk mengikuti mereka secara taqlid buta. Firman Allah menggambarkan mereka: 

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah" mereka menjawab, "(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.” (Apakah mereka akan mengikuti juga,) walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu pun, dan tidak mendapat petunjuk? (Al-Baqarah Ayat 170). Ketika Nabi saw mencela tuhan mereka, membodohkan mimpi mereka, dan mengecam tindakan taqlid buta kepada nenek moyang mereka dalam menyembah berhala, mereka menentang dan sepakat untuk memusuhinya, kecuali pamannya, Abu Thalib, yang membelanya.